24 November 2021

Perhelatan World Superbike (WSBK) Mandalika 2021 akan dimulai Jumat (19/11) besok, sampai Minggu (21/11) nanti. Sejak jauh-jauh hari, berbagai gambar-gembor promosi telah dilancarkan untuk menarik minat wisatawan di Sirkuit Mandalika.
Maklum, Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya ambisi dan mimpi besar untuk Sirkuit Mandalika. Ia percaya diri keberadaan sirkuit bakal menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Harapan tersebut disampaikan Jokowi mengacu pada rangkaian pertandingan bertaraf internasional seperti WBSK dan MotoGP yang bakal jadi ajang rutin tahunan.

"Saya kira ini sebuah perhelatan besar yang setiap tahun terus akan diadakan di Sirkuit Mandalika dan itu dipastikan akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTB," tutur Jokowi, Sabtu (13/11) kala meresmikan Sirkuit Mandalika.

Anak buah Jokowi pun melakukan hitung-hitungan ekonomi dari ajang WBSK. Misalnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan potensi ekonomi WBSK mencapai Rp550 miliar per sekali balapan.

Sementara, hitungan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC menunjukkan WSBK dan MotoGP bisa menyerap hingga 7.945 tenaga kerja.

Direktur Keuangan, Strategi, dan Manajemen Risiko ITDC Nugdha Achadie menyebut nilai ekonomi yang dihasilkan dapat mencapai separuh triliun rupiah dan dapat mempercepat pemulihan pariwisata NTB.

Tak hanya itu, Nugdha mengungkapkan jumlah tenaga kerja yang diserap secara tidak langsung berjumlah 3.000 orang melalui UMKM. Kunjungan wisatawan ke Lombok juga akan naik hingga 19 persen dan memperkuat branding pariwisata Indonesia.

Pengamat Pariwisata Universitas Andalas Sari Lenggogeni menyebut Jokowi boleh saja punya ide dan mimpi besar, tapi jangan di atas angin dulu karena realitanya bisa jadi tak seindah bayangan. Dia menilai masih banyak PR yang mesti diselesaikan pemerintah dalam mewujudkan titik ekonomi baru.

Memang, Sari tak menampik kalau Sirkuit Mandalika menjadi awal mula (starting point) yang bagus sebagai magnet memikat wisatawan untuk mampir ke Lombok, NTB. Tapi, itu saja tidak cukup.

Dia menuturkan apabila pemerintah membidik pariwisata premium untuk kelas atas dan bergeser dari mass tourism menjadi niche tourism, maka kualitas wisata yang diberikan harus sesuai dengan promosi.

Mereka yang berada di kelas ekonomi atas, imbuh Sari, sudah melek dengan isu pariwisata hijau, sehingga pemerintah harus mampu mewujudkan pariwisata berkelanjutan atau Sustainable Tourism Goal (SDG).

Dengan kata lain, pemerintah harus menyediakan kendaraan hijau, hotel kelas dunia yang ramah lingkungan, setelah itu pemerintah harus mendorong inklusivitas seperti memastikan keterlibatan masyarakat lokal dan keterwakilan perempuan.

Masalahnya, ia mempertanyakan kesiapan pemerintah dalam mewujudkan SDG. Ia melihat secara infrastruktur masih banyak PR yang harus dibereskan pemerintah sebelum pariwisata premium yang digadang-gadang jadi titik ekonomi baru bisa terwujud.

"Event-event ini itu hanya promosi tapi yang paling penting kesiapan secara infrastruktur dan soft tangible-nya, misal soal kebersihan itu kan isu besar. Isu lingkungan, sudah siap belum?" bebernya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (17/11).

sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20211118080343-92-722757/boleh-kok-jokowi-mimpi-ciptakan-ekonomi-baru-dari-sirkuit-mandalika.


24 November 2021

Pemerintah Australia memberikan hibah pada tim peneliti Pusat Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Universitas Andalas. Raihan bergengsi tersebut ditargetkan untuk mendorong pemulihan ekonomi dari sektor usaha kecil dan menengah di Sumbar 2022 mendatang.

 “Dari kegiatan ini, nantinya akan tumbuh kolaborasi dari kedua tim peneliti. Yang mana kegiatan ini akan berdampak pada upaya pemulihan ekonomi dari usaha kecil dan menengah di Sumbar,” kata koordinator peneliti dari Pusat Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unand Sari Lenggogeni saat dihubungi Langgam.id, Jumat (19/11/2021).
 

Menurut Sari Lenggogeni, dana hibah yang diterima bentuk nyata kolaborasi tim peneliti Unand dengan Universitas Queensland Australia. Kegiatan bersama itu akan berlangsung selama tahun 2022.

Terkait mekanisme kegiatan, Sari Lenggogeni menyebut belum dapat memastikan sebab Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19. Pihaknya akan menyesuaikan dengan situasi yang terjadi di Indonesia khususnya Sumbar ke depan.

“Kegiatan ini belum bisa dipastikan secara luring (luar jaringan, red), mungkin bisa secara virtual. Yang jelas peserta akan kami registrasi nantinya, siapa yang terdampak Covid-19,” kata Sari Lenggogeni sembari menyebut, selain dirinya, terdapat empat orang lain yang dipercaya sebagai tim.

 

Tim peneliti Pusat Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Universitas Andalas nantinya akan berkolaborasi dengan beberapa sektor. Mulai dari Asosiasi Industri Pariwisata Queensland Australia (Queensland Tourism Industry Council), Earthcheck (Badan sertifikasi konsultan pariwisata terbaik dunia, yang berbasis kebersihan keamanan, kesehatan), ASITA Sumbar, Pemprov Sumbar dan Kemenparekraf.

Sari Lenggogeni berharap kegiatan yang dikoordinatorinya berdampak pada semua lini. Lebih jauh, katanya, menjadi inspirasi bagi peneliti seluruh Indonesia.

Sebelumnya, tim peneliti Pusat Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Universitas Andalas mendapatkan hibah bergengsi dari Pemerintah Australia. Tim peneliti Unand akan berkolaborasi dengan Universitas Queensland Australia.

 

Kolaborasi tim peneliti ini mengusung Pusat Ketahanan Bisnis Australia-Indonesia, untuk mendorong pemulihan dan adaptasi ekonomi bagi usaha kecil dan menengah saat merespon bencana. Program hibah ini untuk membangun kekuatan hubungan Indonesia dan Australia.

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne menyampaikan, pihaknya menyerahkan $460.000 hibah melalui program Australia-Indonesia Institute 2021-2022. Hibah itu dibagi pada 13 penerima terpilih dari bidang kompetisi yang diikuti lebih dari 100 aplikasi.

sumber: https://langgam.id/hibah-pemerintah-australia-tim-peneliti-unand-dorong-pemulihan-ekonomi-sumbar-2022/

24 November 2021

Jakarta: Direktur Pusat Studi Pariwisata Universitas Andalas (Unand), Sari Lenggogeni mengatakan, jika promosi pariwisata telah beralih konsep, terutama di masa pandemi covid-19. Menurutnya, promosi pariwisata kini tak lagi sekadar bicara soal keindahan.

"Kita tidak lagi bicara keindahan. Kita harus mengembangkan wisata yang adaptif covid-19, wisata yang aman untuk mengurangi sentimen negatif mulai dari orang berangkat sampai akan pulang," kata dia dalam Media Group News Summit Indonesia 2021, Kamis, 28 Januari 2021.

Sari menyebut, fasilitas keamanan berwisata harus dipersiapkan. Misalnya ada penggratisan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau tes usap (swab).



"Kemudian ada tracing berkala kepada pengelola. Pasar pariwisata harus terkontrol untuk bisa menumbuhkan kembali kegiatan," terangnya.

Selain itu dia mengingatkan, dalam mengelola wisata dalam pandemi harus berhati-hati. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, harus ada gas dan rem.

"Nah sekarang bagaimana kecepatan menggasnya seperti apa. Menggasnya apakah 120 km/jam, lalu jadi kecelakaan? ini harus kita hindari," kata dia.

Sari menyebut, langkah menciptakan pariwisata yang aman menjadi modal jangka panjang promosi pariwisata. Sebab, Indonesia sebagai destinasi wisata memiliki krisis kebencanaan alam.

"Saya selalu bicara jangka panjang. Selalu ada laporan risiko krisis bencana. Kita dalam catatan internasional masuk 10 besar negara dengan bencana alam, lalu terorisme, ini yang harus jadi catatan agar sentimen travel kita jadi positif," pungkas Sari.

 

Sumber: https://m.medcom.id/amp/9K55wx3K-pakar-unand-kembangkan-wisata-adaptif-covid-19

24 November 2021

Kolaborasi Peneliti Unand – Queensland University Menangkan Hibah Bergengsi Pemerintahan Australia

Padang (Unand) - Kolaborasi tim peneliti dari Universitas Andalas (Unand) dan University Queensland, Australia menangkan hibah bergengsi dari Pemerintahan Australia Rabu (17/11) lalu .

Sebanyak 13 dari lebih 100 pemenang hibah kolaborasi Australia Indonesia kemarin untuk mendukung ketahanan ekonomi, kesehatan dan edukasi pasca Pandemi COVID-19. 

Melalui DFAT (Department Foreign Affairs and Trading) dan Australia - Indonesia Institute program hibah ini ditujukan untuk membangun kekuatan hubungan people to people dan institusi dengan Indonesia.

Bersama peneliti The University of Queensland – ranking 50 besar universitas terbaik dunia Dr. Jie Wang (pariwisata), Dr. Yunxia Zhu (bisnis), tim Universitas Andalas Dr. Sari Lenggogeni (pariwisata), Dr. Donard Games (kewirausahaan) dan peneliti Kementerian Keuangan RI Dr. Futu Faturay mengeroyok proposal program Busines Hub Australia-Indonesia untuk Ketahanan Bisnis Industri UMKM Pariwisata di Sumbar pasca Pandemi COVID-19.

Berkolaborasi bersama Asosiasi Industri Pariwisata Queensland Australia ( Queensland Tourism Industry Council), Earthcheck – badan sertifikasi konsultan pariwisata terbaik dunia, yang berbasis kebersihan keamanan, kesehatan dan ASITA Sumatera Barat, Pemprov Sumbar dan Kemenparekraf akan mengeroyok program ini sepanjang tahun 2022.

Tim inti peneliti University of Queensland dan Universitas Andalas mengusung program peningkatan kapabilitas dan kompetensi pelaku usaha wisata melalui mentorship, workshop dan penghargaan lainnya.

Pakar Pariwisata Unand yang bertindak sebagai koordinator program di Indonesia Dr. Sari Lenggogeni mengungkapkan tentunya ini akan berdampak pada peningkatan kompetensi SDM atau pelaku usaha wisata yang terimbas pandemi covid-19, karena nanti kita akan membuat jembatan penghubung mentorship antara pakar dan pelaku industri di Australia dan Indonesia. Tentu akan seleksi ketat dalam hal ini. 

“Kita juga akan meningkatkan kapasitas kemampuan “storynomics” seperti yang diusung oleh Kemenpar dengan para pakar dan pelaku industri di Australia dan Indonesia,” ujarnya.

Melalui The University of Queensland pemerintah Australia menganggarkan dana untuk program ini. “Kita tentu akan bersinergi Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” pungkasnya.(*)

09 November 2021

Batu Basa - Bapelitbangda Kabupaten Padang Pariaman bekerjasama dengan Tourism Development Centre (TDC) Unand untuk membuat dokumen Blueprint Desa Wisata di kabupaten padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat. 

Nagari III Koto Aur Malintang Kecamatan IV Koto Aur Malintang temasuk dalam Sebelas Desa/Nagari Wisata Melalui surat keputusan Bupati Padang Pariaman
Tim Visitasi Survei Desa Wisata adalah Eka Mariyanti, SE, MM, Ph.D, selaku Tim Ahli Pariwisata Halal dan Puti Embun Sari, SE, MM selaku Tim Ahli Marketing Tourism.

Tim visitasi melakukan survei pada Dua tempat Destinasi Wisata Nagari III Koto Aur Malintang, Jumat, (5/11/2021). Mengunjungi lansung ke lokasi wisata nagari Ikan Larangan Kubu Koto Bimo yang biasa kita sebut dengan Sungai Sejuta Ikan, serta Destinasi Wisata Bukik Bulek yang menyugukan keindahan pemandangan panorama alamnya.

Tim visitasi didampingi langsung oleh Yusdelina,A.Md sebagai Kaur Perencanaan, Pulin Kasi Pelayanan, Deswita,SH Kasi Kesra Nagari III Koto Aur Malintang, Tamar Putra Jaya Wali Korong Kampuang Pinang yang merupakan Wali Korong di Wilayah Wisata Ikan Larangan Kubu Koto Bimo,  dan Noviarman Wali Korong Kampuang Padang Wilayah Wisata Bukik Bulek. 

Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan desa wisata sangat dibutuhkan agar tujuan desa wisata dapat tumbuh dan berkembang bersama masyarakat tidak sekedar dijadikan sebagai objek semata, namun menjadi mitra utama bagi para pemangku kebijakan.

Disinilah pentingnya kolaborasi antara semua pihak guna terwujudnya pariwisata berkelanjutan serta dapat menjadi nilai ekonomi masyarakat nagari. Konsep ini harus dikemas dengan baik oleh pengelola desa wisata dan peran aktif Pokdarwis di wilayah Desa Wisata kunci utama kesuksesan.

Sehingga nantinya, dengan dilakukannya blueprint desa wisata untuk menggambarkan desain layanan secara menyeluruh desa wisata ini, dapat memudahkan pengelola wisata dalam mengidentifikasi potensi masalah dan peluang untuk meningkatkan persepsi pengunjung terhadap daerah destinasi wisata yang dikunjungi.

Sumber: https://nagari3kotoamal.id/berita/100

18 Agustus 2021

Padang, Padek—Forum Group Discussion FGD digagas dosen Unand di bawah LPPM berhasil terlaksana di Batubusuk, Padang. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Batubusuk yang baru terbentuk. Kegiatan ini menghadirkan Dr Verinita dari Tourisme Development Centre (TDC) Unand dan Ritno Kurniawan SP, pegiat Wisata Nyarai, Lubukalung sebagai narasumber. Kegiatan FGD dipandu Prof Dr Rudi Febriamansyah

”Sungguh senang rasanya menghadiri acara yang lengkap dihadiri oleh semua perangkat yang terlibat dalam pengembangan wisata Batubusuk, karena apa yang kita lakukan saat ini semacam usaha pengwujudan cita-cita kita bersama dalam mengembangkan potensi Batubusuk. Patut bersyukur negeri Batubusuk karena memiliki potensi ekowisata yang banyak dan dekat dengan kampus Unand,” ujar Camat Pauh Jasman sewaktu membuka acara ini.

Acara FGD dibuka dengan menampilkan semua potensi ekowisata yang dimiliki mulai dari masuk kampung sampai ke HKm Batubusuk, seperti Mande Rubiah yang sudah dikenal, Lubuakbiru, jembatan viaduk, berbagai air terjun sarasah dan sikayan yang berpotensi sebagai alternatif wisata trekking bagi anak muda, hingga potensi budaya seperti keberadaan sanggar budaya randai. Semua destinasi wisata tersebut ditampilkan dalam web wisata Batubusuk yang dirintis mahasiswa KKN Unand.

Dr Ujang Khairul, ketua UPT KKN sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh mahasiswa KKN Unand yang sudah berkontribusi dan bersinergi dengan kegiatan pendampingan masyarakat yang dilakukan dosen di bawah LPPM Unand. ”Semoga apa yang telah dilakukan adik-adik mahasiswa KKN ini mempunyai dampak yang signifikan terhadap pengembangan dan pemberdayaaan masyarakat Batu Busuk,” tambahnya.

Acara yang dilakukan di gedung SD Bustanul Ulum ini diikuti anggota Pokdarwis, kelompok pemuda, PKK, RW dan tokoh masyarakat dan dihadiri Lurah Lambungbukit, LKM Lambungbukit dan Forum Nagari Lambungbukit. Dr Verinita sebagai pemateri dari TDC Unand merasa takjub melihat potensi Batubusuk. ”Kita perlu meningkatkan kapasitas Pokdaris, karena mereka adalah penggerak yang akan membina masyarakat lainnya untuk mengembangkan daerah kita ini, memotivasi masyarakat. Merekalah perpanjangan tangan pemerintah dan menjadi teladan bagi anggota masyarakat lainnya,” ujarnya.

  Ritno Kurniawan selaku pegiat wisata Nyarai mengaku, iri dengan Batubusuk. Ritno menceritakan bagaimana perjuangannya dalam mengembangkan potensi wisata air terjun Nyarai. ”Adalah hal yang sulit untuk mengubah pola pikir masyarakat agar sadar akan potensi wisata daerahnya dan berhenti menebang hutan, namun itu semua bisa berubah di Nyarai,” katanya.

Prof Rudi Febriamansyah yang memandu diskusi mengatakan, Unand baik LPPM maupun UPT-KKN Unand siap mendampingi semua kegiatan yang menunjang untuk pengembangan wisata. ”Sekarang terpulang kepada masyarakat Batubusuk, tentu tidaklah mesti menunggu kesiapan pemerintah daerah sebagaimana yang dicontohkan dari Nyarai,”.

Hal ini diamini Ketua PeHal ini diamini Ketua Pelaksana Pendamping Wisata Batubusuk sekaligus DPL KKN Unand, Dr PK Dewi Hayati. ”FGD dan berbagai kegiatan yang sedang dan akan dilakukan semua adalah ditujukan untuk mempersiapkan Batubusuk sebagai destinasi wisata di tengah pandemi, apalagi nanti setelah pandemi covid berakhir,” tambahnya. Pihaknya dalam waktu dekat, juga akan menggelar kontes durian unggul di Batubusuk pada 17- 21 Agustus ini. (rel) Dikutip dari Padang Expres SENIN  16 AGUSTUS 2021

17 Jun 2021

 

 

Buku Pariwisata Halal Transformasi dan Ekosistem 
editor:Sari Lenggogeni, S.E., M.M. Pg.Dipl., Ph. D.

This book discusses about the ecosystem of Halal tourism and its transformation in global and local issues. This book consisted of five section and ten interesting articla in halal ecosystem. 

Buku ini diterbitkan oleh Rajagrafindo Persada/ Rajawali Pers bekerjasama dengan TDC UNAND. 

 

15 Jun 2021
Media Group News Summit 2021Media Group News Summit 2021Universitas Andalas

Padang (Unand) - Salah satu pakar pariwisata Universitas Andalas Sari Lenggogeni, BeCon., M. Man., Pg. Dipl., Ph.D dipercaya sebagai Panelis pada acara Media Group News Summit Indonesia 2021 (MGN Summit Indonesia 2021).

MGN Summit merupakan sebuah hybrid event terbesar tahun ini yang menghadirkan pembuat kebijakan, pakar dan praktisi untuk mencari solusi terbaik bagi Indonesia. 

Mengusung tema: Wonderful Indonesia: Reviving The Tourism Industry. Acara akan diawali dengan Keynote Speech dari Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo pada Rabu tanggal 27 Januari 2021 pukul 09.30 WIB. 

Narasumber dalam Acara ini yaitu Sandiaga Uno (Menparekraf RI), Hariyadi Sukamdani (Ketua Umum PHRI), Viktor Laiskodat (Gubernur NTT), Nurdin Abdullah (Gubernur Sulawesi Selatan) dan ikut diundang beberapa panelis lainnya seperti Rektor UI dan Rektor ITB, serta Bosco Selamun (Presiden Direktur Metro TV) sebagai Moderator. 

Acara ini dilaksanakan pada Kamis, 28 Januari 2021 pukul 13,00-16.15 WIB. Registrasi dapat dilakukan pada laman https://us02web.zoom.us/webinar/register/WN_oLOhOH5pRAqaz03jx6o8zw  (*)

Humas dan Protokol Unand

06 Oktober 2020

Dies Natalis of Fakultas Ekonomi and
Tourism Development Centre
Universitas Andalas

✨ Proudly Present ✨

[International Tourism Webinar]

Theme: Tourism Recovery from the COVID-19 Pandemic

Time:

  • Wednesday , 7th October 2020
  • 11.00 WIB

Welcoming Speech
Dr. Efa Yonnedi
Dean of Fakultas Ekonomi Universitas Andalas

Keynote Speaker
Prof. Noel Scott
University of the Sunshine Coast, Australia

Invited Speaker
Assoc.Prof Ann Suwaree Ashton
Vice Dean for Adminstration - Graduate School of Tourism Management, NIDA, Thailand

Sari Lenggogeni, Ph.D
Director of Tourism Development Centre - Universitas Andalas, Indonesia


Moderator
Indah Permata Suryani, SE, M.Sc
Lecturer at Fakultas Ekonomi Universitas Andalas

REGISTRATION
https://unand.net/Td2sS

MEDIA:

  • ZOOM
  • Youtube Live Streaming

Benefit:

  • Free E-Certificate
  • Valuable Knowledge / Information

 

Participants are expected to register prior to the meeting date.

Free certicifate is avaiable for participant who complete the registration form and the attendance form during the zoom meeting.

Contact Person
Besti ( 0813-7113-6400)

24 Februari 2020

Konsep pariwisata halal bukan berarti mengekslusifkan diri hanya dengan target wisatawan muslim saja. Tapi lebih luas juga untuk wisatawan non muslim. Karena, inti dari pariwisata halal adalah fasilitas dan pelayanan yang luas.

Hal di atas disampaikan tim ahli bidang pariwisata halal dari Tourism Development Centre (TDC) Universitas Andalas, Eka Mariyanti ketika menjadi pembicara dalam Sosisalisasi Sertifikasi Usaha Pariwisata Halal bagi Pelaku Usaha Pariwisata di Kota Solok, di Hotel Taufina Solok.

Eka Mariyanti memaparkan, pariwisata halal itu menjamin tersedianya makanan dan minuman yang halal. Lalu, tersedia fasilitas yang layak dan nyaman untuk bersuci dengan air.
 “Juga tersedianya fasilitas yang memudahkan untuk beribadah, produk dan jasa pelayanan pada usaha-usaha beserta objek-objek wisata kondusif terhadap gaya hidup halal,” jelas kandidat doktor bidang wisata halal di Universiti Selangor- Malaysia ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Solok, Elvi Basri menyampaikan akan menggandeng Tourism Development Centre Unand dalam pengembangan pariwisata Kota Solok.

Diharapkan, lembaga yang dipimpin Dr Sari lenggogeni bisa memberi masukan untuk mewujudkan Solok sebagai salah satu destinasi wisata halal di Sumbar.

Elvi Basri memaparkan, kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan ke khalayak ramai tentang sertifikasi usaha pariwisata halal dan memberikan jaminan kualitas produk usaha pariwisata dalam memenuhi kebutuhan wisatawan.

 Selain itu, untuk memberikan perlindungan baik wisatawan, pengusaha, tenaga kerja dalam hal keselamatan, keamanan, kesehatan, dan sanitasi serta pelestarian lingkungan hidup.

“Lalu, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha pariwisata,” ujar Elvi Basri.

Selain dari Tourism Development Centre Unand, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari LPPOM MUI Sumbar dan Dinas Kesehatan Kota Solok. 

Sumber:https://padangkita.com/kembangkan-wisata-pemko-solok-gandeng-tdc-unand/

 

Foto Kegiatan:

Halaman 1 dari 3

Events

No events

We Are On Press

Pengumpan tidak ditetapkan