Dampingi Batubusuk Kembangkan Ekowisata

Padang, Padek—Forum Group Discussion FGD digagas dosen Unand di bawah LPPM berhasil terlaksana di Batubusuk, Padang. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Batubusuk yang baru terbentuk. Kegiatan ini menghadirkan Dr Verinita dari Tourisme Development Centre (TDC) Unand dan Ritno Kurniawan SP, pegiat Wisata Nyarai, Lubukalung sebagai narasumber. Kegiatan FGD dipandu Prof Dr Rudi Febriamansyah

”Sungguh senang rasanya menghadiri acara yang lengkap dihadiri oleh semua perangkat yang terlibat dalam pengembangan wisata Batubusuk, karena apa yang kita lakukan saat ini semacam usaha pengwujudan cita-cita kita bersama dalam mengembangkan potensi Batubusuk. Patut bersyukur negeri Batubusuk karena memiliki potensi ekowisata yang banyak dan dekat dengan kampus Unand,” ujar Camat Pauh Jasman sewaktu membuka acara ini.

Acara FGD dibuka dengan menampilkan semua potensi ekowisata yang dimiliki mulai dari masuk kampung sampai ke HKm Batubusuk, seperti Mande Rubiah yang sudah dikenal, Lubuakbiru, jembatan viaduk, berbagai air terjun sarasah dan sikayan yang berpotensi sebagai alternatif wisata trekking bagi anak muda, hingga potensi budaya seperti keberadaan sanggar budaya randai. Semua destinasi wisata tersebut ditampilkan dalam web wisata Batubusuk yang dirintis mahasiswa KKN Unand.

Dr Ujang Khairul, ketua UPT KKN sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh mahasiswa KKN Unand yang sudah berkontribusi dan bersinergi dengan kegiatan pendampingan masyarakat yang dilakukan dosen di bawah LPPM Unand. ”Semoga apa yang telah dilakukan adik-adik mahasiswa KKN ini mempunyai dampak yang signifikan terhadap pengembangan dan pemberdayaaan masyarakat Batu Busuk,” tambahnya.

Acara yang dilakukan di gedung SD Bustanul Ulum ini diikuti anggota Pokdarwis, kelompok pemuda, PKK, RW dan tokoh masyarakat dan dihadiri Lurah Lambungbukit, LKM Lambungbukit dan Forum Nagari Lambungbukit. Dr Verinita sebagai pemateri dari TDC Unand merasa takjub melihat potensi Batubusuk. ”Kita perlu meningkatkan kapasitas Pokdaris, karena mereka adalah penggerak yang akan membina masyarakat lainnya untuk mengembangkan daerah kita ini, memotivasi masyarakat. Merekalah perpanjangan tangan pemerintah dan menjadi teladan bagi anggota masyarakat lainnya,” ujarnya.

  Ritno Kurniawan selaku pegiat wisata Nyarai mengaku, iri dengan Batubusuk. Ritno menceritakan bagaimana perjuangannya dalam mengembangkan potensi wisata air terjun Nyarai. ”Adalah hal yang sulit untuk mengubah pola pikir masyarakat agar sadar akan potensi wisata daerahnya dan berhenti menebang hutan, namun itu semua bisa berubah di Nyarai,” katanya.

Prof Rudi Febriamansyah yang memandu diskusi mengatakan, Unand baik LPPM maupun UPT-KKN Unand siap mendampingi semua kegiatan yang menunjang untuk pengembangan wisata. ”Sekarang terpulang kepada masyarakat Batubusuk, tentu tidaklah mesti menunggu kesiapan pemerintah daerah sebagaimana yang dicontohkan dari Nyarai,”.

Hal ini diamini Ketua PeHal ini diamini Ketua Pelaksana Pendamping Wisata Batubusuk sekaligus DPL KKN Unand, Dr PK Dewi Hayati. ”FGD dan berbagai kegiatan yang sedang dan akan dilakukan semua adalah ditujukan untuk mempersiapkan Batubusuk sebagai destinasi wisata di tengah pandemi, apalagi nanti setelah pandemi covid berakhir,” tambahnya. Pihaknya dalam waktu dekat, juga akan menggelar kontes durian unggul di Batubusuk pada 17- 21 Agustus ini. (rel) Dikutip dari Padang Expres SENIN  16 AGUSTUS 2021

Events

No events

We Are On Press

Pengumpan tidak ditetapkan