Boleh Kok Jokowi Mimpi Ciptakan Ekonomi Baru dari Sirkuit Mandalika Baca artikel CNN Indonesia "Boleh Kok Jokowi Mimpi Ciptakan Ekonomi Baru dari Sirkuit Mandalika

Perhelatan World Superbike (WSBK) Mandalika 2021 akan dimulai Jumat (19/11) besok, sampai Minggu (21/11) nanti. Sejak jauh-jauh hari, berbagai gambar-gembor promosi telah dilancarkan untuk menarik minat wisatawan di Sirkuit Mandalika.
Maklum, Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya ambisi dan mimpi besar untuk Sirkuit Mandalika. Ia percaya diri keberadaan sirkuit bakal menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Harapan tersebut disampaikan Jokowi mengacu pada rangkaian pertandingan bertaraf internasional seperti WBSK dan MotoGP yang bakal jadi ajang rutin tahunan.

"Saya kira ini sebuah perhelatan besar yang setiap tahun terus akan diadakan di Sirkuit Mandalika dan itu dipastikan akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTB," tutur Jokowi, Sabtu (13/11) kala meresmikan Sirkuit Mandalika.

Anak buah Jokowi pun melakukan hitung-hitungan ekonomi dari ajang WBSK. Misalnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan potensi ekonomi WBSK mencapai Rp550 miliar per sekali balapan.

Sementara, hitungan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC menunjukkan WSBK dan MotoGP bisa menyerap hingga 7.945 tenaga kerja.

Direktur Keuangan, Strategi, dan Manajemen Risiko ITDC Nugdha Achadie menyebut nilai ekonomi yang dihasilkan dapat mencapai separuh triliun rupiah dan dapat mempercepat pemulihan pariwisata NTB.

Tak hanya itu, Nugdha mengungkapkan jumlah tenaga kerja yang diserap secara tidak langsung berjumlah 3.000 orang melalui UMKM. Kunjungan wisatawan ke Lombok juga akan naik hingga 19 persen dan memperkuat branding pariwisata Indonesia.

Pengamat Pariwisata Universitas Andalas Sari Lenggogeni menyebut Jokowi boleh saja punya ide dan mimpi besar, tapi jangan di atas angin dulu karena realitanya bisa jadi tak seindah bayangan. Dia menilai masih banyak PR yang mesti diselesaikan pemerintah dalam mewujudkan titik ekonomi baru.

Memang, Sari tak menampik kalau Sirkuit Mandalika menjadi awal mula (starting point) yang bagus sebagai magnet memikat wisatawan untuk mampir ke Lombok, NTB. Tapi, itu saja tidak cukup.

Dia menuturkan apabila pemerintah membidik pariwisata premium untuk kelas atas dan bergeser dari mass tourism menjadi niche tourism, maka kualitas wisata yang diberikan harus sesuai dengan promosi.

Mereka yang berada di kelas ekonomi atas, imbuh Sari, sudah melek dengan isu pariwisata hijau, sehingga pemerintah harus mampu mewujudkan pariwisata berkelanjutan atau Sustainable Tourism Goal (SDG).

Dengan kata lain, pemerintah harus menyediakan kendaraan hijau, hotel kelas dunia yang ramah lingkungan, setelah itu pemerintah harus mendorong inklusivitas seperti memastikan keterlibatan masyarakat lokal dan keterwakilan perempuan.

Masalahnya, ia mempertanyakan kesiapan pemerintah dalam mewujudkan SDG. Ia melihat secara infrastruktur masih banyak PR yang harus dibereskan pemerintah sebelum pariwisata premium yang digadang-gadang jadi titik ekonomi baru bisa terwujud.

"Event-event ini itu hanya promosi tapi yang paling penting kesiapan secara infrastruktur dan soft tangible-nya, misal soal kebersihan itu kan isu besar. Isu lingkungan, sudah siap belum?" bebernya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (17/11).

sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20211118080343-92-722757/boleh-kok-jokowi-mimpi-ciptakan-ekonomi-baru-dari-sirkuit-mandalika.


Events

No events

We Are On Press

Pengumpan tidak ditetapkan