Peluncuran Buku: Pemikiran Universitas Andalas Tentang Kepariwisataan, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif

Mendukung Kepariwisataan, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif berbasis  Inovasi dan Pembangunan Keberlanjutan

 

.

Sektor pariwisata merupakan sector unggulan atau leading sector yang merupakan salah satu kunci penting untuk pembangunan wilayah pada suatu negara dan peningkatan kesejahteraan masyarakat (United Nation World Tourism Organizations, 2017). Meningkatnya kualitas daya saing destinasi dan investasi pariwisata, menjadikan sektor  pariwisata sebagai faktor kunci dalam kontributor dalam pendapatan ekspor, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha dan infrastruktur. 

 

Sektor Pariwisata telah mengalami ekspansi dan diversifikasi berkelanjutan, dan menjadi salah satu  sektor ekonomi yang terbesar dan tercepat pertumbuhannya di dunia. Data Organisasi PBB untuk Pariwisata/United Nation World Tourism Organization/UNWTO (UNWTO Tourism Highlight, 2014), menunjukkan bahwa kontribusi sektor pariwisata terhadap GDP dunia sebesar 9%, 1 dari 11 pekerjaan diciptakan oleh sektor pariwisata, kontribusi terhadap nilai ekspor dunia sebesar USD 1.4 trilliun atau setara dengan 5% ekspor yang terjadi di dunia.Sektor pariwisata berdasarkan laporan dari UNWTO tetap bertumbuh positif walaupun terjadi fluktuasi yang disebabkan oleh timbulnya krisis dan bencana di beberapa titik didunia.  UNWTO memperkirakan pada tahun 2030 jumlah pergerakan wisatawan internasional yang berkunjung ke destinasi pariwisata dunia akan mencapai jumlah 1,8 milyar orang dan pergerakan wisatawan domestik sebanyak 5 sampai 6 milyar orang.

 

Di Indonesia, kepariwisataan juga merupakan sektor unggulan yang menjadi prioritas nasional saat ini. Dalam RPJM 2014-2019, sektor wisata dijadikan sebagai sektor unggulan konsep pembangunan NAWACITA. Sektor Pariwisata mendapatkan urutan ke-4 penyumbang devisa terbesar di Indonesia dengan jumlah sebesar 172,8 Triliun Rupiah ( tahun 2016) setelah Minyak dan gas bumi, Batu Bara, Minyak kelapa sawit (Kementrian Pariwisata). Sektor ini mengalami pertumbuhan dibandingkan ketiga sector lainnya energi yang terus menurun karena keterbatasan sumber daya, dan diperkirakan sector pariwisata akan terus bertumbuh menjadi penyumbang terbesar PDB di Indonesia.

 

Kontribusi sector pariwisata pada PDB nasional secara berturut turut meningkat dari 9,2%atau sebesar Rp 841,4 M tahun 2013, 9,3%  atau meningkat sebesar 9,3 % atau sebesarr Rp 946,9 M dan tahun 2016 meningkat sebesar 11 %.  Dengan penyerapan jumlah tenaga kerja sebesar 11,7 juta orang pada tahun 2015. Secara mikro telah terjadi peningkatan jumlah wisatawan mancanegara sebesar 12 juta orang dan wisatawan nusantara sebesar 260 juta kali perjalanan. Peningkatan daya saing pariwisata Indonesia di global juga meningkat menjadi rangking 50 / 141 negara berdasarkan Travel and Tourism Competitiveness Index ( tahun 2015) meningkat dari posisi ke 50 (tahun 2013). 

 

Berdasarkan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPPARNAS) tahun 2010-2025 pasal 2, visi pembangunan kepariwisataan nasional adalah terwujudnya Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat. Dalam mewujudkan visi tersebut, empat misi pembangunan kepariwisataan meliputi:

  • ·         Destinasi Pariwisata yang aman, nyaman, menarik, mudah dicapai,, berwawasan lingkungan, meningkatkan pendapatan nasional, daerah dan masyarakat;
  • ·         Pemasaran Pariwisata yang sinergis, unggul, dan bertanggung jawab untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara;
  • ·         Industri pariwisata yang berdaya saing, kredibel, menggerakkan kemitraan usaha, dan bertanggung jawab terhadap alam dan sosial budaya; dan
  • ·         Organisasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, swasta dan masyarakat, sumber daya manusia, egulasi, dan mekanisme operasional yang efektif dan efisien dalam rangka mendorong terwujudnya Pembangunan Kepariwisataan yang berkelanjutan.

Dalam mencapai beberapa capaian sektor kepariwisataan Indonesia pada pembangunan nasional, dibutuhkan kajian kajian terbaru dan sumbangsih pemikiran dari akademisi sebagai bagian dari pentahelix Akademisi, Bisnis, Government, Community, Media (ABGCM) sebagai aspek aspek penting pendoron kepariwisataan di Indonesia. Untuk itu dalam upaya menyebarluaskan pemikiran dan kajian terkait kepariwisataan, kebudayaan dan ekonomi kreatif sebagai sector penunjang kepariwisataan di Indonesia. Tourism Development Centre Andalas University atau Pusat Pengembangan  Kepariwisataan, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Universitas Andalas bermaksud menghimpun beberapa pemikiran dan kajian ketiga sector itu pada buku “ Pemikiran Universitas Andalas tentang Kepariwisataan, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif – Mendukung Kepariwisataan, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif berbasis Inovasi dan Pembangunan Keberlanjutan”

 

 

Events

No events

We Are On Press

Pengumpan tidak ditetapkan