Contoh Bentuk dan Isi Papan Informasi Wisata Kabupaten Pesisir Selatan

Padang, (Antara Sumbar) - Pengamat pariwisata dari Pusat Kajian Pariwisata Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, Sari Lenggogeni menyarankan setiap kabupaten/kota di provinsi itu agar membentuk pusat informasi pariwisata.
 
"Setiap kabupaten/kota hendaknya punya pusat informasi untuk setiap wisatawan, terutama wisatawan yang yang datang tanpa menggunakan travel agen," katanya di Padang, Selasa.
 
Ia menyebutkan selain pusat pelayanan informasi, pemerintah daerah juga dapat memperbanyak iklan-iklan terkait informasi destinasi wisata yang ada di daerah mereka.
 
Menurutnya seiring dengan majunya teknologi pemerintah juga bisa merancang aplikasi untuk android terkait informasi wisata yang ada.
 
"Tidak semua wisatawan yang datang ke Sumbar itu menggunakan jasa perjalanan, jadi bagi mereka yang tidak menggunakan jasa tersebut akan kesulitan mendapatkan informasi guna menentukan tujuan mereka," kata dia.
 
Ia mengatakan berdasarkan hasil penelitiannya pada umumnya wisatawan yang datang tanpa menggunakan jasa perjalanan wisata tidak memiliki informasi apa-apa tentang wisata di Sumbar.
 
Untuk lebaran ini menurutnya hal seperti itu akan banyak terjadi, sebab wisatawan yang ada di Sumbar umumnya adalah para perantau yang sudah lama tidak pulang kampung.
 
"Dengan adanya informasi yang memadai maka wisatawan bisa memilih daerah mana yang akan dikunjungi, sebab umumnya kebupaten/kota yang di Sumbar memiliki banyak destinasi wisata pilihan," katanya.
 
Terkait dengan informasi pariwisata, Kota Padang sudah memiliki sebuah aplikasi di android yang berfungsi sebagai sumber informasi terkait pariwisata yang ada di daerah itu.
 
Wali Kota Padang, Mahyeldi mengatakan Kota Padang saat ini sudah aplikasi bernama "Padang City Guide" yang berisi beragam informasi tentang Kota Padang.
 
Beberapa menu yang tersedia adalah lokasi ATM, Bandara, Bank, Dokter, Hiburan, Hotel, Kampus, Kantor Pemerintah, Kesehatan dan Kecantikan, Kuliner, Masjid, Otomotif, Perkantoran, Perpustakaan, Polisi dan Darurat, Rekreasi, Rental Mobil dan hingga menu terakhir Tour dan Travel.
 
"Tinggal unduh dan semua tempat yang ada di Padang tersaji di aplikasi tersebut," katanya. (*)
 

Pesisir Selatan (Pessel) yerus berpacu menjadikan kabupaten wisata bahari yang menarik dikunjungi wisatawan baik lokal maupun asing.

Hebatnya, Pessel mau membuka diri untuk memajukan potensi wisata sehingga bisa sejajar dengan destinasi pariwiaata nasionak atau bahkan mancanegara.

“Pessel, pemerintahannya mau berdiskusi dan siap menyambut setiap ide bernas, bahkan sebelum libur panjang Lebaran Idulfiti inisiasi Tourism Development Centre Andalas University diterima dan disupor penuh Kadis Pariwisata Pessel Zefnihan, yang tentu seizin bulati, Pak Hendra Joni,”ujar direktur Tourism Development Centre Andalas University Sari Lenggogeni Sabtu 1/7 di Padang.

 

Bahkan untuk menasbihkan bahwa Pessel layak dikunjungi, Sari Lenggoogeni meng-explore pesona Pessel dengan foto, Jepretan Sari Lenggogeni dan Zenifran memberikan gambaran bahwa Pessel pantas dikunjungi, tunggu apalagi ayo kunjungi Pessel Negeri Sejuta Pesona.

 Like Jimbaran Bali, bisa dikembangkan menjadi jimbarannya Sumbar, melalui produk kuliner barbeque sekaligus pemberdayaan masyarakat, lokasi Pantai Salido, magnit didatangi yakni gradasi warna sunset buat manajemen waktu sore: pukul 16.00-19.00 WIB. segmentasi untuk visitor yang pengen relax.

 Rest area with kearifan lokal. Ikan larangan tapi dirubah menjadi the story of forbidden fish. untuk break perjalanan menuju Mandeh/Painan, pemberdayaan warung diinisasi Tourism Development Centre Andalas University dengan Dinas Pariwisata Pessel dibuat warna warni kan, ada atraksi memberi makan ikan di sungai, dan echo point di sungai utk anak anak. lokasi Barung-barung Barantai

 

 

 

 

 Tourist Information Board lokasi di Perbatasan Pesisir Selatan-Padang. Untuk self education pengunjung terhadap informasi wisata di Pessel.

Dikutip dari. https://www.tribunsumbar.com/sari-lenggogeni-explore-pesona-pesona-pessel-dengan-foto/

 

Sejak didirikan (Maret 2016),Pusat Pengembangan Pariwisata, Kebudayaan Dan Ekonomi Kreatif Universitas Andalas telah menjalin banyak kerja sama dengan berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta. Berikut ini beberapa instansi yang telah melakukan kerja sama;

  • Kabupaten Pesisir Selatan
  • Kabupaten Tanah Datar
  • Kabupaten Solok
  • Kota Bukittinggi
  • Angkasa Pura II
  • Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat
  • Kementrian BUMN
  • Kementrian Lingkungan Hidup

Kerja sama tersebut tertuang dalam berbagai kegiatan, seperti;

Kerjasama dengan Angkasa Pura II dan Dinas Pariwisata  Sumbar untuk Tourist Information Centre Lebaran

 

Kerjasama Pengembangan Pariwisata di kabupaten Pesisir Selatan

 

Konsultan untuk Dampak Sektor Pariwisata terhadap Lingkungan untuk kawasan Mandeh - Kementerian Lingkungan Hidup

 

Ranperda Wisata Halal Sumbar

Jumat, 03 Maret 2017 17:34

Program Kerja 2017

 

 

 

 

Jumat, 03 Maret 2017 17:21

Kegiatan 2016

  1. Konsolidasi internal dan eksternal staff
  2. Pengajuan dan Pembenahan infrastruktur ( Ruangan)
  3. Pengajuan dan Pembenahaan sofstruktur ( Website)
  4. Sosialiasi eksternal (BUMN, Provinsi dan Media)
  5. Narasumber Kementerian BUMN dan Wisata Halal ( Provinsi Sumatera Barat)
  6. Tulisan Padangekspress
  7. Review RIPDA Pasbar (kerjasama LM)
  8. Seminar Nasional Ekonomi Kreatif (Kerjasama dengan Jurusan Manajemen)

Pada 27 Februari  - 3 Maret 2017,  Dinas Pariwisata dan budaya Kota Padang megadakan pelatihan dan pengembangan industri pariwisata ekonomi kreatif. Acara ini dibuka oleh Bapak Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, SP. Pelatihan diikuti oleh sekitar 50 usaha kreatif. Direktur Pusat Pengembangan Pariwisata Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Universitas Andalas Dr. Sari Lenggogeni, SE, MM sebagai salah satu nara sumber.

 

Pada 27 Februari  - 3 Maret 2017, Pusat Pengembangan Pariwisata Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Universitas Andalas mengadakan kerjasama dengan Dinas Pariwisata dan budaya Kota Padang megadakan pelatihan dan pengembangan industri pariwisata ekonomi kreatif. Acara ini dibuka oleh Bapak Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, SP. Pelatihan diikuti oleh sekitar 50 usaha kreatif. Pada pelatihan ini direktur Pusat Pengembangan Pariwisata Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Universitas Andalas Dr. Sari Lenggogeni, SE, MM bertindak sebagai narasumber.

PUSAT PENGEMBANGAN PARIWISATA, KEBUDAYAAN DAN EKONOMI KREATIF (Centre for Tourism, Cultural & Creative Economy Development). Sesuai dengan yang tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2018, Pariwisata merupakan sektor prioritas pembangunan yang berfungsi menggerakan perekonomian serta sebagai salah satu kontributor terbesar PDB di Indonesia yang memberikan multiplier efek pada perluasan penyerapan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan lainnya. Dalam dua tahun terakhir, sektor pariwisata mendapat prioritas pembangunan utama di pemerintahan, sehingga World Economic Forum menempatkan Indonesia pada posisi ke-50 meningkat 20 level dari rangking sebelumnya untuk 140 negara.

Seiring dengan pentingnya peranan pariwisata dalam pembangunan tersebut, untuk menjawab kebutuhan akan pentingnya kualitas sektor pariwisata yang berkelanjutan dibutuhkan suatu pusat pengkajian pariwisata serta kebudayaan baik pada tingkat lokal maupun nasional. Sebagai perguruan tinggi negri tertua di Sumatera dan berada pada Destinasi Pengembangan Parwisata Nasional, Universitas Andalas bermaksud mendirikan Pusat studi pariwisata ini terkait dengan pengembangan kebudayaan yang bersifat berkelanjutan dan inovatif.  Untuk itu, diinisiasi oleh Prof Dr Tafdhil Husni, SE, MBA dan Dr Sari Lenggogeni, Pusat Studi Pengembangan Pariwisata dan Kebudayaan akan menjadi bagian dari lembaga pengkajian yang berada di lingkungan Universitas Andalas. Lembaga  disingkat dengan nama Tourism, Cultural & CE- Dev Universitas Andalas, yang didirikan pada bulan Maret tahun 2016.

Pendirian lembaga ini dimaksud untuk mengorganisir dan melaksanakan pengkajian ilmiah dan kegiatan-kegiatan lain yang berbasis ilmu pengetahuan, terutama yang berkaitan dengan  pengembangan pariwisata dan kebudayaan. Diharapkan lembaga ini berperan dan dapat menyumbangkan gagasan-gagasan untuk pembangunan berkelanjutan pada lingkup lokal, nasional dan global.

Sebagai organisasi yang bergerak di tataran ilmu pengetahuan, kegiatan Sustainable Tourism & CE-Dev yang utama adalah melakukan penelitian, seminar, workshop, penerbitan, konseling, pelatihan dan pendampingan masyarakat. Dari sejak berdiri hingga sekarang telah melaksanakan berbagai kegiatan penelitian, penerbitan, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan tersebut berupa kegiatan mandiri lembaga dan atau bekerjasama dengan pihak ketiga yang sejalan dengan visi dan misi lembaga. Selain secara kelembagaan juga ada kegiatan yang dilaksanakan oleh personil Tourism, Cultural & CE- Dev Universitas Andalas, bekerjasama dengan pihak lain atas rekomendasi Tourism, Cultural & CE- Dev Universitas Andalas .

Rabu, 13 Maret 2019 13:33

Struktur Organisasi

 Struktur Organisasi TDC

 

Pelindung

:

 Rektor Universitas Andalas

Penanggung Jawab

:

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Pendiri

:

1.      Prof. Tafdhil Husni, SE, MBA

2.      Sari Lenggogeni, SE MM, Pg.Dipl, Ph.D

Penasehat

:

1.      Prof. Dr. Ir. Helmi

2.      Prof. Dr. Elfindri, SE, MA

3.      Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, MS

4.      Dr. Harif Amali Rivai, SE. Msi

Direktur

:

Sari Lenggogeni, SE MM, Pg.Dipl, Ph.D

Wakil Direktur bidang Penelitian

:

Hafiz Rahman, SE, MSBS,   Ph.D

Wakil Direktur bidang Pelatihan

:

Dr. Ma’ruf, SE, M.Bus., M.Phil.

Wakil Direktur bidang Kajian Kebijakan Pemerintah

:

Sri Oktavia, SH, Msc, Ph.D

Wakil Direktur bidang Penyebaran Informasi

:

Donny Eros, SS, MA

Bendahara Umum

:

Dr. Eri Besra, SE, MSi

Wakil Bendahara

:

Denny Yohana, SE, MSc

Staff Administrasi

:

Agriqisthi, SE, MM

 Tim Ahli Bidang Pariwisata

  • Prof.Dr.James Hellyward (Ahli Agrowisata)
  • Ardinis Arbain (Ahli Lingkungan)
  • Yuliandre Darwis (Ahli Komunikasi Pariwisata)
  • Fadjar Goembira (Ahli Lingkungan Hidup)
  • Taufika Ophiyandri (Ahli Teknik Sipil)
  • Verinita (Ahli Wisata Berkelanjutan)
  • Firman Syakri Pribadi, SE., MM (Ahli Cultura Tourism)
  • Heru Aulia Azman, S,Sos.,MM, Ph.D (Ahli Sport Tourism)
  • Eka Mariyanti, SE.,MM(Ahli Wisata Halal)
  • Yervi Hesna, ST.MT(Ahli Infrastruktur Wilayah)
  • Ansofino (Ahli Perencanaan Wilayah)
  • Yossyafra (Ahli Transportasi)
  • Nazir Janral, M.si, MA (Ahli Birdwatching)
  • Henry Herwina (Ahli Biologi)
  • Fajri Adrianto (Ahli Finansial)
  • Muhammad Makky, Dr. Eng., S.TP, M.si (Ahli Teknologi)

Tim Ahli Bidang Kebudayaan

  • Dr. Ivan Adila, M.Hum ( Sastra, Seni & Budaya)
  • Dr. Lindawati, M.Hum (Bahasa & Budaya)
  • Dr. Ferdinal, MA (Literature & Tourism)
  • Dr Alfan Miko ( Sosial Budaya)
  • Bahren, SS, MA (Bahasa & Budaya)
  • Dr. Pramono, M.Si. (Filolog)
  • M. Yusuf, M.Hum (Ahli Filolog)
  • Siti Fatimah (Ahli Sejarah-UNP)

Tim Ahli Bidang Ekonomi Kreatif

  • Dr. Vera Pujani, SE, MIT (IT & Komunikasi)
  • Dr Insannul Kamil ( Inovasi)
  • Dr. Masyhuri Hamidi ( Financial / UMKM)
  • Dodi Devianto ( Ahli Statistik dan Database)
  • Sri Maryati (Ahli Ilmu Ekonomi)
  • Dessy Kurnia Sari (UMKM)

External STAFF

  • Dr. Hamed Mohammed Almuhrzi Ph.D ( Oman – Assistant Professor, Sultanate of Oman)
  • Dr. Marcus Curcidja ( US – Expert in Suistanability Tourism)
  • Dr. Lynn Chen ( Taiwan – Assistant Professor, National Dong Hwa University)
  • Dr. Prof. Eje Kim, Ph.D (South Korea - Geography and Social studies)
  • Dr. Maya Damayanti, ST, MA, Ph.D (Semarang – Assistant Professor, Universitas Diponegoro)
  • Dr. Kuan Lee (SIT, Singapore – Slowfood Tourism)
  • Dr. Morakot Ditta Apichai (Thailand – Digital Communication)
  • Dr. Emil Juvan (Slovania – Senior Lecturer, University of Primoska)
  • Dr. Hiroaki Saito (Japan – Hospitality Service Management)
  • Dr. Marisol Alonso (Australia)
  • Dr. Margarida Abreu Novalis (Australia)
  • Dr. Hayato Nagai Ph.D (Japan – Senior Lecturer, Wakayama University)
  • Dr. Lavender Shu (Australia)
  • Dr. Sheena Bidin (Malaysia – Wildlife)
  • Dr. Lintje S Sie ( UQ-Australia)
  • Dr. Olivia Renn (Australia)

 

 

ADVISOR PUSAT STUDI

  • Dony Oskaria, MBA ( Ketua Pokja Pariwisata KEIN RI – Komisaris Garuda Indonesia)
  • Irfan Wahid ( Ketua tim Komunikasi Pemasaran KEMENPAR/Ketua Pokja Ekraf KEIN RI)

 

Kamis, 24 Maret 2016 11:15

Visi dan Misi

Visi Organisasi

 

Menjadi pusat pengembangan Pariwisata dan Kebudayaan yang berkelanjutan dan inovatif yang berdaya saing pada tingkat nasional serta menjawab tantangan kebutuhan industri pariwisata secara global.

 

Misi Organisasi

  1. Mempercepat pembangunan pariwisata berkelanjutan yang berdampak pada aspek ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan
  2. Melakukan penelitian dan kajian terkait pariwisata, kebudayaan dan ekraf untuk memberikan solusi inovatif.
  3. Membangun kerjasama yang sinergis dengan stakeholders terkait pariwisata, kebudayaan dan ekonomi kreatif.
  4. Mendorong  investasi dibidang pariwisata, kebudayaan dan ekonomi kreatif.
  5. Menumbuhkembangkan keterlibatan masyarakat dan kearifan lokal dalam pembangunan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.
Halaman 3 dari 3

Events

No events

We Are On Press

Pengumpan tidak ditetapkan