Print this page

Jawi Jawi - Slow Tourism Village | Satu dari 10 desa prioritas Kemenpar

 

Akhir minggu lalu 15 mahasiswa asing dari 10 (Hungaria, Cheko, Vietnam, Thailand, Mesir, Madagaskar, Cambodja, Jepang, Australia, Philipine) negara yang merupakan program Kantor Urusan Internasional Universitas Andalas bekerjasama dengan Tourism Development Centre menikmati real life experiences di sebuah nagari "Jawi Jawi" yang merupakan binaan dari Tourism Development Centre Unand bersama pegiat wisata bundo Syafria Wati beserta tim pegiat TP3T mak etek zuhrizul dan bundo Fat, pemkab dan masyarakat setempat.

Untuk mewujudkan konsep Slow Tourism yang mendukung program sustainable tourism development dengan menjaga keseimbangan sosial budaya, ekonomi dan lingkungan, maka desain program yang dibuat pun menyesuaikan dengan blueprint destinasi yang kita create.

Sebelum masuk ke wilayah Jawi Jawi wisatawan akan masuk ke Tourist Information Centre di salah satu rumah gadang warga agar wisatawan di briefing tentang regulasi yang harus mereka patuhi selama di destinasi, dan diberi penjelasan nagari Jawi Jawi serta benefit values apa yang mereka dapatkan selama trip di Jawi Jawi. Kemudian wisatawan mengenakan tingkuluak dan sarung pakaian khas yang saat ini merupakan salah satu budaya (budaya sehari hari /bukan rekayasa) yang ada di nagari ini. Setelah penyambutan seremonial sebagaimana tradisi di nagari ini wisatawan diajak makan bajamba. Siang mereka mulai berinteraksi dengan masyakat setempat melalui program anak nagari, sebelum kemudian mereka diperkenalkan pada budaya mandi di pincuran (tentu terpisah antara laki2 dan perempuan). Sore pun mereka menikmati "mindfulness" spot premium diatas hamparan sawah coffee time dan katan hitam (yang membuat salah seorang peserta mengumpulkan sisa sisa temannya untuk dimakan saking enaknya). Mereka terpesona dengan keindahan hamparan hijau yang ada di depan mata sambil menikmati kopi khas Jawi jawi yang super enak. Setelah pulang dan makan malam bajamba wisatawan segmen edukasi terkagum dengan 3 river art perfomance show ( sejatinya akan dilaksanakan di dekat sungai namun karena hujan dipindahkan ke halaman rumah gadang). Mereka kagum dan happy, berinteraksi dengan randai diiringi ritme musik tradisional yang cheerful. Kemudian penampilan debus begitu magisnya banyak yang ingin coba, salah satunya mahasiswa Thailand yang berhasil naik ke tangga dari celurit/ ladiang tajam dan beberapa ikut menginjak pecahan kaca.

Malam hari peserta laki laki mulai memasuki "parlemen lapau" ota lapau dan bercengkerama dengan tokoh2 ota lapau, saking asiknya kembali sudah pukul 2 malam. Esok pagi sejatinya dilakukan 2K village walk tour menyusuri kampung dan sungai dan menikmati mindfulness breakfast dengan view Mt.Talang, tapi ternyata ketiduran! Sehingga moment sunrise hilang. Mereka tetap berangkat menggunakan mobil pick up terbuka khas masy Jawi Jawi dan sangat excited ( tentu safety issue tetap dperhatikan). Kemudian untuk kepedulian lingkungan mereka ikut menanam bibit ke sawah dan happy dengan mud party nya disambung mandi di sungai sampai puas serta ota lapau. Trakhir flow pariwisata harus ada interaksi ekonomi dimana kita juga sulap museum mini dan souvenir centre di salah satu rumah gadang masyarakat setempat.. Tidak terasa jam sudah menunjukkan angka 3 (sore) dan bersiap kembali ke Padang tapi sepertinya mereka ga mau pulang karena kita belajar tari piring dan randai bersama sampai jarum jam berada di angka 5. Saatnya pergi tapi salah seorang peserta dari Vietnam berkata " saya suka Jawi Jawi, saya mau tinggal disini saja, saya mau tinggal disini saja (2×)".

Itu sebab mengapa Jawi Jawi Slow Tourism Village menawarkan : harmony, happiness, mindfulness dan slowfood.

Terimakasih yang sedalam2nya untuk masyarakat Jawi Jawi, pak wali nagari dan ibu, bu Emi, ketua dan sekretaris pokdarwis, tim randai, tim debus, tim inang, tim kuliner, tim logistik, tim parlemen lapau, adek adek kecil yang selalu ikut dengan kami, dan semua yang telah ikut dalam kebersamaan kemarin.

Untuk Pemkab Solok, pak assisten Edisar Dtm Basa, pak kadis Yandra Prasat, pak Marcos, pak Nolly Eka Mardianto dan tim yang berkomitmen penuh membangun nagari ini.

Special thanks untuk bundo wati, peranan beliau membesarkan nagari ini luar biasa. Uda Edy Utama atas kolaborasi ide cemerlangnya, uni Ade ZanZi untuk semangatnya, pak Elvis Kasmir atas videonya.

Untuk adek adek tim INFOSUMBAR yang berkenan ikut 2 hari bersama kita dengan segala keceriaannya. Untuk harian padeks dan teman2 media trimakasih atas atensi untuk Jawi Jawi.

Segelintir pengabdian kami mudah2an memberi manfaat. Prinsip kami trus berbakti untuk negeri, tentang apa yang orang fikirkan setelah itu, bukan tanggung jawab kami lagi.

Salam pariwisata dari Tourism Development Centre Universitas Andalas.

 

 

Jawi-Jawi Photo Gallery

jawi-jawi-tourism-TDC.jpg jawi-jawi-tourism-TDC1.jpg jawi-jawi-tourism-TDC2.jpg

jawi-jawi-tourism-TDC3.jpg jawi-jawi-tourism-TDC4.jpg jawi-jawi-tourism-TDC5.jpg

jawi-jawi-tourism-TDC6.jpg jawi-jawi-tourism-TDC7.jpg jawi-jawi-tourism-TDC8.jpg